SEMARANG – Saat ini di Jawa Tengah aset UPK PNPM Mandiri Perdesaan berupa dana bergulir senilai 1,9 Trilyun. Aset tersebut terkumpul sejak 1998 – 2014, dan tersebar di 472 UPK di 29 Kabupaten.Dana tersebut digunakan untuk Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Ketua UPK Kec. Suruh, Kabupaten Semarang, Agus Handoyo mengatakan, PNPM Mandiri Perdesaan memberi solusi untuk menjawab banyak persoalan kemiskinan di wilayah perdesaan. Mayoritas masyarakat Indonesia berdomisili di wilayah perdesaan, sehingga keberhasilan pembangunan di perdesaan menjadi barometer keberhasilan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Program PNPM dimulai pada tahun 1998 melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK) di era Megawati, dilanjutkan dengan PNPM pada tahun 2008 di Era SBY. Program tersebut sudah mengurangi angka kemiskinan dan membantu pembangunan infrastruktur di perdesaan. Alokaksi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan untuk kegiatan ekonomi melalui UPK memberikan suntikan modal kepada masyarakat perdesaan dalam menjalankan usaha kecil yang mereka guliti agar mampu bergeliat dan berkembang.